Fidel Castro, Satu Januari Yang Keramat

  • Profil Singkat

Revolusi, Kuba, dan cerutu hampir selalu mengingatkan semua orang kepada sosok revolusioner, Fidel Castro. Dialah sang maestro peletak sosialisme kebangsaan di Kuba pada 1 Januari 1959, yang merupakan puncak darai Revolusi Kuba. Di tangan Castro, Kuba menjelma menjadi negara penentang pemerintahan yang korupsi dan menolak keras model kepemimpinan negara atas intervensi Amerika Serikat. Rakyat Kuba bernapas lega karena lepas dari tirani dan kediktatoran rezim Fulgencio Batista yang menindas dan haus akan kuasa.

Akan tetapi, Revolusi Kuba tidak terjadi begitu saja. Fidel Castro, dengan dibantu oleh Che Guevara, dan orang-orang yang sejalan dengannya, berjuang di bawah tanah, mengorbankan jiwa raga dalam waktu lama. Tak terhitung pemberontakan dan perlawanan dilakukan oleh Fidel Castro beserta orang-orangnya.

Semua orang yang ditindas oleh rezim Batista, dengan dipimpin oleh Fidel Castro bersatu, merancang strategi, dan melakukan pemberontakan bersenjata. Batista tumbang dan Kuba menuju era baru, era saat rakyat berhak mendapatkan hak-haknya atas Kuba dan era kepemimpinan tanpa didikte oleh Amerika Serikat.

Fidel Castro lahir pada 13 Agustus 1926 di Mayari, provinsi Oriente, Kuba. Ia terlahir dari pasangan Angel Castro Argiz dan Lina Ruz Gonzalez. Fidel Castro merupakan anak ketiga dari tujuh bersaudara.

Usia sekolah Castro dihabiskan di Santiago de Cuba, Colegio de Belen. Di Santiago de Cuba, ia mengenyam pendidikan dasar dan tinggal di sebuah asrama. Saat itu, usianya baru menginjak enam tahun. Selepas dari sekolah dasar, tahun 1945, Castro melanjutkan pendidikan ke Colegio de Belen , sebuah sekolah di bawah Yayasan Jesuit. Di sekolah ini, ia menaruh minat pada bahasa Spanyol, pertanian, dan sejarah Kuba. Setelah lulus, ia melanjutkan pendidikan ke Universitas Havana.

Masa-masa di Havana inilah, titik balik kehidupan Castro dimulai. Ia mulai terlibat aktif di dunia politik, khususnya politik kampus. Ini dibuktikan dengan terpilihnya Castro sebagai Presiden Federasi Mahasiswa di universitas tersebut. Posisinya sebagai presiden ini, membuat Castro melibatkan diri dalam sebuah kudeta terhadap Rafael Trujillo, pemimpin diktator Republik Dominika.

Kudeta in tidak berhasil sehingga Castro sering mendapatkan ancaman atas keterlibatannya. Untuk mengamankan diri, ia pergi ke New York, Amerika Serikat. Dalam pelarian, ia terlibat dalam kerusuhan, yakni sebagai organisatoris kongres mahasiswa di Bogota, Kolombia, dalam kerusuhan yang dikenal sebagai Bogotazo. Kerusuhan di Bogota, menyebabkan Eliecer Gaitan, kandidat calon Presiden Kolumbia dari Partai liberal meninggal dunia.

Pada tahun 1950, Castro berhasil meraih gelar doktor di bidang hukum. Pada tahun yang sama, ia kembali ke Kuba dan membuka praktik layanan hukum gratis terhadap orang miskin. Di sela-sela praktiknya sebagi pengacara, pada tahun 1952, Castro aktif dan ikut serta dalam gerakan bawah tanah melawan Fulgencio Batista yang berhasil melakukan kudeta terhadap Carlos Prio Scarras, Presiden Kuba.

Setahun kemudian, 1953, Castro melakukan serangan ke Moncada Santiago de Cuba. Serangan ke barak militer yang dipimpin oleh Castro dengan jumlah 165 orang tidak berhasil dan Castro dipenjara atas tindakan itu. Setelah Castro bebas pada 15 Mei 1955, ia memimpin kembali upaya kudeta terhadap Batista.

Mula-mula, gerakan Castro dimulai dari Meksiko pada 7 Juli di tahun yang sama, ketika ia pertama kali bertemu Che Guevara. Bersama 81 orang, pada 2 Desember 1956, Castro dan Che Guevara melakukan serangan gerilya di Pegunungan Sierra Maestra. Sekitar 25 bulan lamanya sampai pada tahun 1958, pasukan pemberontak ini memulai serangan terhadap kekuasaan Batista di beberapa tempat di Kuba.

Puncak dari gerilya ini terjadi pada 1 Januari 1959 ketika Batista menyerah pada pasukan yang dipimpin oleh Castro. Batista melarikan diri ke Republik Dominika. Kemenangan ini menjadikan Fidel Castro diangkat sebagai perdana menteri Kuba dan sebagai sekretaris Partai Komunis Kuba (Communist Party of Cuba). Pada tahun 1965, Fidel beserta kawan-kawannya berhasil menjadikan Kuba sebagai negara republik-sosialis dan memberlakukan sistem satu partai.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s